Hubungan Yield dan Obligasi: Siapa yang Menentukan Yield dan Bagaimana Yield Terbentuk?

Pengertian Obligasi dan Yield

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan kepada investor. Ketika investor membeli obligasi, sebenarnya investor sedang meminjamkan uang kepada penerbit obligasi. Sebagai imbalannya, investor akan mendapatkan bunga yang disebut kupon obligasi.

Sedangkan yield adalah tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari obligasi tersebut. Banyak orang mengira yield dan kupon itu sama, padahal berbeda. Kupon adalah bunga tetap yang dibayarkan berdasarkan nilai nominal obligasi, sedangkan yield adalah tingkat keuntungan yang dihitung berdasarkan harga pasar obligasi.

Di sinilah hubungan antara yield dan obligasi menjadi sangat penting. Yield dan harga obligasi memiliki hubungan terbalik. Jika harga obligasi naik, yield turun. Jika harga obligasi turun, yield naik.

Hubungan terbalik ini adalah dasar dari seluruh pergerakan pasar obligasi di dunia.

Contoh Sederhana Hubungan Yield dan Harga Obligasi

Misalnya ada obligasi dengan nilai nominal 1.000 dan kupon 10% per tahun. Artinya investor akan menerima bunga 100 per tahun.

Jika harga obligasi di pasar adalah 1.000, maka yield = 100 / 1.000 = 10%.

Jika harga obligasi naik menjadi 1.200, maka yield = 100 / 1.200 = 8,3%.

Jika harga obligasi turun menjadi 800, maka yield = 100 / 800 = 12,5%.

Dari sini terlihat bahwa:

  • Harga obligasi naik → yield turun

  • Harga obligasi turun → yield naik

Jadi yang bergerak sebenarnya adalah harga obligasi, sedangkan yield hanya hasil perhitungan dari harga obligasi.

Ini sangat penting untuk dipahami karena banyak orang mengira yield yang bergerak duluan, padahal sebenarnya harga obligasi yang bergerak duluan.

Siapa yang Menentukan Yield Pertama Kali?

Yield pertama kali ditentukan saat obligasi diterbitkan melalui proses yang disebut lelang obligasi (bond auction).

Ketika pemerintah menerbitkan obligasi, investor akan melakukan penawaran dalam lelang. Investor akan menyebutkan berapa yield yang mereka inginkan. Jika banyak investor mau membeli dengan yield rendah, maka yield akan rendah. Jika investor hanya mau membeli dengan yield tinggi, maka yield akan tinggi.

Jadi, yield awal ditentukan oleh mekanisme pasar saat lelang, bukan ditentukan sepihak oleh pemerintah.

Pemerintah hanya menentukan:

  • Nilai nominal obligasi

  • Besaran kupon

  • Jangka waktu obligasi

Sedangkan yield ditentukan oleh permintaan dan penawaran investor di pasar.

Bagaimana Yield Terbentuk di Pasar?

Setelah obligasi diterbitkan, obligasi tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Di pasar sekunder inilah harga obligasi berubah setiap hari, dan perubahan harga ini yang menyebabkan yield berubah.

Proses terbentuknya yield adalah sebagai berikut:

  1. Investor membeli dan menjual obligasi di pasar

  2. Harga obligasi berubah

  3. Yield dihitung dari kupon dibagi harga obligasi

  4. Karena harga berubah, yield ikut berubah

Jadi, yield terbentuk dari aktivitas jual beli obligasi di pasar.

Dengan kata lain:
Yield adalah hasil dari pergerakan harga obligasi di pasar.

Kenapa Yield Bisa Naik dan Turun?

Yield naik dan turun karena harga obligasi berubah-ubah. Harga obligasi berubah karena banyak faktor, antara lain:

1. Suku Bunga Bank Sentral

Jika suku bunga naik, yield obligasi biasanya naik.
Jika suku bunga turun, yield obligasi biasanya turun.

Kenapa?
Karena jika suku bunga naik, obligasi lama menjadi kurang menarik sehingga harganya turun dan yield naik.

2. Inflasi

Jika inflasi naik, yield obligasi naik.
Jika inflasi turun, yield obligasi turun.

Investor selalu meminta yield lebih tinggi jika inflasi tinggi karena nilai uang di masa depan berkurang.

3. Kondisi Ekonomi

Jika ekonomi kuat, yield naik.
Jika ekonomi lemah, yield turun.

4. Risiko Global

Jika terjadi krisis, investor membeli obligasi → harga naik → yield turun.
Jika kondisi aman, investor menjual obligasi → harga turun → yield naik.

5. Permintaan dan Penawaran

Jika banyak yang membeli obligasi → harga naik → yield turun.
Jika banyak yang menjual obligasi → harga turun → yield naik.

Mana yang Dilihat Investor Duluan? Yield atau Harga Obligasi?

Di pasar profesional, investor biasanya melihat yield dulu, bukan harga obligasi.

Kenapa?
Karena yield menunjukkan tingkat keuntungan.

Tetapi yang menyebabkan yield berubah tetaplah harga obligasi.

Jadi urutannya adalah:

  1. Investor melihat kondisi ekonomi, suku bunga, inflasi

  2. Investor memutuskan beli atau jual obligasi

  3. Harga obligasi berubah

  4. Yield berubah

Jadi bukan yield yang membuat orang membeli obligasi, tetapi keputusan beli jual obligasi yang membuat yield berubah. Namun di media, yang sering diberitakan adalah yield, karena yield lebih mudah dibandingkan antar negara.

Kesimpulan: Mekanisme Yield dan Obligasi

Kesimpulan penting yang harus dipahami:

  • Yield dan harga obligasi memiliki hubungan terbalik

  • Yield awal ditentukan saat lelang obligasi

  • Setelah itu yield bergerak karena harga obligasi berubah

  • Harga obligasi berubah karena investor membeli dan menjual obligasi

  • Investor membeli dan menjual obligasi berdasarkan suku bunga, inflasi, dan kondisi ekonomi

  • Jadi yield sebenarnya adalah hasil dari aktivitas pasar, bukan ditentukan langsung oleh pemerintah

Urutan yang benar adalah:
Kondisi ekonomi → investor beli/jual obligasi → harga obligasi berubah → yield berubah

Bukan sebaliknya.

(fay/fay)

Artikel terkait:

Artikel Terkait

Comments

Popular posts from this blog

Mencari Kata Tertentu Dalam Excel Menggunakan Isnumber dan Search

Apakah Investasi Valas Menguntungkan Saat Ekonomi Tidak Menentu?